Buat Freelancer & Kreator Indonesia

Satu Invoice, Bisa Jadi DP & Pelunasan — Tinggal Klik.

FreelancePay mecah tagihan proyekmu jadi termin otomatis, ingetin klien lewat WhatsApp waktu jatuh tempo, pisahin uang proyek dari kantong pribadi, dan hitungin pajak sendiri — biar waktumu balik ke kerjaan, bukan ke bikin invoice manual di Word tengah malam.

Uang klienmu langsung ke rekeningmu sendiri — aplikasi ini nggak pernah pegang dananya.
Company Profile Video
untuk klien: Aldi Studio
Rp 10.000.000
DP 50%
Rp 5.000.000
Lunas
Pelunasan 50%
Rp 5.000.000
Jatuh tempo 20 Agu
Kenapa Ini Dibuat

Bukan Karena Kamu Nggak Rapi. Cuma Belum Ada yang Bantu Rapiin.

Hampir semua freelancer ngalamin ini: invoice manual, DP dicatat di notes HP, follow-up modal ingatan sendiri. FreelancePay dibuat buat nutup celah-celah itu.

Cara Lama
Invoice diketik ulang manual tiap kali ada DP atau pelunasan.
Nagih klien yang telat bayar cuma modal chat WA satu-satu, kadang lupa.
Uang DP proyek nyampur sama rekening buat jajan & kebutuhan harian.
Pas lapor pajak, bingung sendiri berapa yang harus disetor.
Status tiap proyek cuma ada di kepala — mana yang udah DP, mana yang masih nego.
Dengan FreelancePay
Satu proyek dipecah jadi DP/Termin/Pelunasan otomatis, nomor invoice jalan sendiri.
Pengingat WhatsApp otomatis terkirim H-3, H-1, sampai lewat jatuh tempo.
Dompet Pribadi & Dompet Proyek kepisah rapi sejak uang masuk.
Kalkulator pajak (UMKM/PPh 21/PPh 23) langsung dihitungin pas bikin invoice.
Papan Proyek gaya Trello: Pitching → DP Paid → In Progress → Review → Done.
Semua Ada di Satu Aplikasi

Fitur yang Dipakai Freelancer Setiap Hari

Bukan fitur numpuk yang nggak kepakai — tiap bagian dibuat buat masalah spesifik yang nyata dialami desainer, fotografer, penulis, sampai videografer.

Invoice + Multi-Termin

Pecah satu proyek jadi beberapa kali tagihan (DP 50%, Termin, Pelunasan) sekali klik, lengkap dengan template invoice yang bisa kamu branding sendiri.

Papan Proyek (Kanban)

Geser kartu proyek dari Pitching sampai Done (Waiting Payment) — status tiap kerjaan kelihatan sekilas, nggak perlu buka-buka chat lama.

Pengingat WhatsApp Otomatis

H-3, H-1, sampai lewat jatuh tempo, klien diingetin otomatis lewat WA — kamu nggak perlu jadi "debt collector" buat proyek sendiri.

Dompet Pribadi vs Proyek

Uang yang masuk dari klien otomatis tercatat di Dompet Proyek, terpisah dari kantong pribadi — biar nggak abis kepake sebelum sempat disisihkan.

Kalkulator Pajak Mandiri

PPh Final UMKM 0,5%, PPh 21 Bukan Pegawai, sampai PPh 23 dipotong klien — dihitung otomatis, nggak perlu buka Excel atau tanya-tanya lagi.

Bayar Online Langsung

Klien bisa bayar QRIS, transfer, atau e-wallet langsung dari halaman invoice. Begitu bayar, status otomatis Lunas — nggak perlu konfirmasi manual.

Billio Pos — Kasir untuk Usaha Sampinganmu

Buka cafe, warung, atau jualan offline di sela freelance? Billio Pos kasih kamu aplikasi kasir sendiri — meja, menu, struk, sampai laporan penjualan — langsung nyambung dari dashboard Billio yang sama.

Lihat Billio Pos
Cara Mulai

Tiga Langkah, Nggak Sampai 10 Menit

01

Daftar akun gratis

Isi nama, email, dan nama usahamu. Nggak ada kartu kredit, nggak ada trial yang harus diingat-ingat buat dibatalin.

02

Buat proyek, pecah jadi termin

Masukin klien dan nilai proyek, lalu pecah otomatis jadi DP + Pelunasan (atau berapa pun termin yang kamu mau).

03

Kirim, lalu pantau dari Papan Proyek

Invoice terkirim, pengingat WA jalan sendiri, pembayaran tercatat otomatis. Kamu tinggal geser kartu proyeknya.

Waktunya Invoice yang Nggak Bikin Pusing.

Gratis dipakai. Setup awal nggak sampai 10 menit.