FreelancePay mecah tagihan proyekmu jadi termin otomatis, ingetin klien lewat WhatsApp waktu jatuh tempo, pisahin uang proyek dari kantong pribadi, dan hitungin pajak sendiri — biar waktumu balik ke kerjaan, bukan ke bikin invoice manual di Word tengah malam.
Hampir semua freelancer ngalamin ini: invoice manual, DP dicatat di notes HP, follow-up modal ingatan sendiri. FreelancePay dibuat buat nutup celah-celah itu.
Bukan fitur numpuk yang nggak kepakai — tiap bagian dibuat buat masalah spesifik yang nyata dialami desainer, fotografer, penulis, sampai videografer.
Pecah satu proyek jadi beberapa kali tagihan (DP 50%, Termin, Pelunasan) sekali klik, lengkap dengan template invoice yang bisa kamu branding sendiri.
Geser kartu proyek dari Pitching sampai Done (Waiting Payment) — status tiap kerjaan kelihatan sekilas, nggak perlu buka-buka chat lama.
H-3, H-1, sampai lewat jatuh tempo, klien diingetin otomatis lewat WA — kamu nggak perlu jadi "debt collector" buat proyek sendiri.
Uang yang masuk dari klien otomatis tercatat di Dompet Proyek, terpisah dari kantong pribadi — biar nggak abis kepake sebelum sempat disisihkan.
PPh Final UMKM 0,5%, PPh 21 Bukan Pegawai, sampai PPh 23 dipotong klien — dihitung otomatis, nggak perlu buka Excel atau tanya-tanya lagi.
Klien bisa bayar QRIS, transfer, atau e-wallet langsung dari halaman invoice. Begitu bayar, status otomatis Lunas — nggak perlu konfirmasi manual.
Buka cafe, warung, atau jualan offline di sela freelance? Billio Pos kasih kamu aplikasi kasir sendiri — meja, menu, struk, sampai laporan penjualan — langsung nyambung dari dashboard Billio yang sama.
Isi nama, email, dan nama usahamu. Nggak ada kartu kredit, nggak ada trial yang harus diingat-ingat buat dibatalin.
Masukin klien dan nilai proyek, lalu pecah otomatis jadi DP + Pelunasan (atau berapa pun termin yang kamu mau).
Invoice terkirim, pengingat WA jalan sendiri, pembayaran tercatat otomatis. Kamu tinggal geser kartu proyeknya.
Gratis dipakai. Setup awal nggak sampai 10 menit.